Hotline 081236305688
Informasi lebih lanjut?
Home » Blog » 10 Aturan Adat Bali yang Wajib Diketahui Wisatawan Agar Tidak Salah Kaprah

Paket Wisata Bali 3 Hari 2 Malam Menginap di Ubud – Bali bukan sekadar destinasi wisata alam yang indah saja; ini adalah tanah yang “hidup” dengan ritual dan kepercayaan yang kuat. Julukan “Pulau Seribu Pura” bukan hiasan semata karena memang kenyataannya begitu. Di setiap sudut jalan, pohon besar, hingga pantai, ada nilai sakral yang dijaga penduduk lokal dengan sangat hati-hati dan turun temurun sejak zaman dahulu kala.

Belakangan ini, sering kita lihat berita wisatawan asing maupun domestik yang dideportasi atau didenda adat karena melanggar aturan yang ada di sana. Pelanggaran itu mulai dari berpose tidak senonoh di pohon keramat hingga mengganggu jalannya upacara adat. Hal ini tentu sangat disayangkan karena merusak citra pariwisata dan menyinggung perasaan warga lokal yang sudah menerima tamu dengan baik.

Sebagai tamu yang baik, mematuhi pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” adalah wajib hukumnya bagi anda semua. Berikut adalah 10 aturan emas adat Bali yang harus Anda pahami sebelum mendarat agar liburan anda tetap aman dan tidak terkena masalah dengan penduduk setempat atau aparat desa.

1. Jangan Menginjak Canang Sari (Sesajen)

Anda akan melihat Canang Sari atau wadah janur berisi bunga dan dupa bertebaran di banyak tempat seperti trotoar, depan toko, hingga tangga hotel tempat anda menginap. Ini adalah persembahan suci yang dibuat oleh warga setiap pagi. Anda harus paham bahwa benda ini bukan sampah tapi bagian dari doa mereka sehari-hari kepada Tuhan.

Oleh karena itu anda harus berjalanlah dengan sangat hati-hati ketika melewati jalanan kecil atau pintu masuk. Jangan sampai anda sengaja menginjak atau melangkahi canang tersebut karena itu dianggap tidak sopan. Perhatikan langkah kaki anda setiap saat agar tidak merusak persembahan yang sudah diletakkan dengan tulus tersebut.

Jika anda tidak sengaja menginjaknya karena tidak melihat, maka segera ucapkan “Maaf” meskipun dalam hati atau pelan. Ini dilakukan sebagai tanda hormat dan penyesalan anda kepada yang membuat sesajen dan kepada Tuhan. Warga lokal biasanya akan memaklumi jika itu memang murni ketidaksengajaan dan anda menunjukkan sikap yang sopan.

2. Etika Berpakaian di Pura (Wajib Pakai Kain)

Pura adalah area suci atau sering disebut sebagai Holistic Area bagi umat Hindu di Bali. Anda dilarang masuk jika berpakaian terbuka seperti memakai baju tanpa lengan atau celana pendek di atas lutut. Aturan ini berlaku untuk semua orang baik pria maupun wanita tanpa terkecuali demi menjaga kesucian tempat ibadah tersebut.

Solusinya adalah anda wajib memakai “Kamen” atau kain sarung bali dan juga selendang yang diikatkan di pinggang. Jika anda tidak membawanya, biasanya di depan pura ada tempat penyewaan kain tersebut. Pastikan pakaian anda rapi dan tertutup sebelum melangkah masuk ke area halaman pura agar tidak ditegur oleh pecalang atau penjaga.

Sebagai tips hemat untuk anda, jika Anda mengambil Paket Tour Pura Lempuyang Tirta Gangga & Besakih bersama kami, biasanya tiket masuk dan penyewaan kain sarung sudah kami urus semuanya. Anda tidak perlu repot beli atau sewa sendiri dengan harga mahal di lokasi karena semua fasilitas tersebut sudah termasuk dalam paket perjalanan yang kami tawarkan kepada anda.

3. Pantangan Wanita yang Sedang Datang Bulan (Haid)

Ini adalah aturan yang sangat ketat dan sering disebut dengan istilah “Cuntaka” dalam ajaran setempat. Wanita yang sedang menstruasi dilarang keras memasuki area utama atau Mandala Utama di pura mana pun yang ada di Bali. Hal ini sudah menjadi aturan baku yang tidak boleh ditawar-tawar oleh siapa saja yang ingin berkunjung.

Alasannya adalah darah kotor dianggap tidak suci dalam konteks ritual pemujaan di pura. Diyakini hal tersebut bisa mengundang energi negatif jika melanggar dan bisa berakibat buruk bagi orang tersebut atau desa setempat. Hormatilah aturan ini meskipun tidak ada yang memeriksa anda secara fisik di depan pintu masuk pura.

4. Jangan Menyentuh Kepala Orang (Terutama Anak-Anak)

Bagi masyarakat Bali dan budaya Timur pada umumnya, kepala adalah bagian tubuh paling suci dan tinggi. Hal ini karena kepala diyakini sebagai tempat bersemayamnya jiwa seseorang. Oleh karena itu menyentuh kepala orang lain dianggap sebagai tindakan yang sangat tidak sopan dan merendahkan martabat orang tersebut.

Maka aturannya adalah jangan sembarangan mengusap kepala anak kecil Bali meskipun anda merasa gemas kepada mereka. Hindari kebiasaan menepuk kepala teman atau orang baru dikenal. Kecuali anda sudah sangat akrab dengan keluarganya dan mereka mengizinkan, sebaiknya tangan anda tidak menyentuh area kepala siapa pun selama berada di sana.

5. Dilarang Memanjat Bangunan Suci atau Pohon Keramat

Jangan demi konten Instagram atau media sosial, Anda memanjat Pelinggih atau tempat sembahyang yang ada di pura. Begitu juga dengan patung dewa atau pohon beringin tua yang dibalut kain poleng atau kain kotak-kotak hitam putih. Itu adalah objek sakral yang harus dijaga jaraknya dan tidak boleh dinaiki sembarangan oleh manusia.

Risikonya sangat besar selain sanksi sosial dari masyarakat yang akan marah kepada anda. Anda bisa dikenakan sanksi adat berupa biaya upacara pembersihan atau Penyucian yang biayanya tidak murah. Biaya upacara ini bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah yang harus anda bayar sebagai tanggung jawab atas kelalaian tersebut.

Baca juga Cara Menghindari Macet di Bali Tips Memilih Rute dan Transportasi 

6. Berhenti Saat Ada Iring-iringan Upacara (Melasti/Ngaben)

Jalanan Bali sering macet mendadak karena ada prosesi Ngaben atau pembakaran jenazah dan Melasti atau pembersihan ke laut. Iring-iringan ini memakan badan jalan dan biasanya berjalan kaki cukup panjang. Ini adalah prioritas utama di jalan raya melebihi kendaraan presiden sekalipun karena menyangkut urusan keagamaan.

Aturannya adalah jangan membunyikan klakson atau berusaha menerobos barisan orang yang sedang berjalan tersebut. Berhenti sejenak dan matikan mesin jika diminta oleh petugas adat yang mengatur lalu lintas. Nikmati saja momen budaya tersebut karena itu adalah pemandangan unik yang mungkin tidak anda temukan di tempat lain.

Untuk solusi transportasi yang lebih aman, supir lokal yang berpengalaman biasanya sudah tahu jalur tikus untuk menghindari kemacetan total akibat upacara. Gunakan Jasa Sewa Mobil dengan Supir Lokal agar perjalanan Anda tetap lancar tanpa menyinggung perasaan warga. Supir kami tahu jalan alternatif sehingga waktu liburan anda tidak habis di jalan karena terjebak macet upacara.

7. Gunakan Tangan Kanan

Saat memberikan uang kepada pedagang, menerima kembalian, atau menunjuk sesuatu kepada orang lokal, gunakanlah tangan kanan anda. Tangan kanan dianggap sebagai tangan yang sopan untuk interaksi sosial. Menggunakan tangan kiri dianggap sangat kasar dan tidak menghargai orang yang anda ajak bicara atau berinteraksi.

Hal ini dikarenakan tangan kiri dianggap kurang sopan karena biasanya tangan kiri digunakan untuk membersihkan diri di toilet. Jadi sebisa mungkin biasakan tangan kanan anda yang aktif. Jika tangan kanan anda sedang memegang barang dan terpaksa pakai tangan kiri, ucapkanlah kata maaf terlebih dahulu agar orang tersebut tidak tersinggung.

8. Nyepi, Aturan 24 Jam Tanpa Aktivitas

Jika Anda berencana liburan di bulan Maret atau sekitar tanggal Hari Raya Nyepi, anda harus paham aturannya dengan baik. Pada hari itu seluruh pulau Bali akan hening total selama 24 jam penuh. Tidak ada aktivitas di luar rumah dan semua orang termasuk turis harus tetap berada di dalam area penginapan masing-masing.

Selama Nyepi anda tidak boleh keluar dari area hotel tempat anda menginap. Anda juga tidak boleh menyalakan lampu yang terlalu terang atau membuat keributan yang terdengar sampai luar. Bandara dan pelabuhan pun tutup total tidak ada pesawat atau kapal yang beroperasi sama sekali pada hari suci tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut agar anda tidak salah jadwal, silahkan cek artikel kami sebelumnya tentang Waktu Terbaik Berkunjung ke Bali untuk mengetahui jadwal Nyepi tahun ini. Dengan mengetahui jadwalnya, anda bisa mempersiapkan stok makanan atau memilih tanggal lain jika tidak ingin terjebak di hotel seharian penuh tanpa bisa kemana-mana.

9. Etika Fotografi (Drone dan Sembahyang)

Jangan memotret orang yang sedang khusyuk berdoa dengan jarak yang terlalu dekat apalagi sampai menempel ke wajahnya. Jangan juga menggunakan flash kamera tepat di depan muka orang yang sedang sembahyang karena itu sangat mengganggu konsentrasi mereka. Fotolah dari jarak yang wajar dan gunakan lensa zoom jika ingin mengambil gambar close-up.

Jika anda menggunakan Drone untuk mengambil gambar pemandangan, pastikan tidak terbang tepat di atas area pura. Hal ini karena drone dianggap tidak sopan jika berada lebih tinggi dari bangunan suci atau pelinggih. Mintalah izin terlebih dahulu kepada penjaga pura sebelum menerbangkan drone agar anda tidak ditegur atau didenda oleh pihak desa adat.

10. Berinteraksi dengan Monyet di Tempat Wisata

Di tempat wisata seperti Monkey Forest Ubud atau Pura Uluwatu, monyet dianggap sebagai hewan yang keramat. Meskipun mereka terlihat lucu dan bebas berkeliaran, mereka tetaplah hewan liar yang memiliki insting mempertahankan diri. Anda harus tahu cara bersikap di depan mereka agar tidak diserang atau dicakar.

Aturannya adalah jangan menatap mata monyet secara langsung karena itu dianggap sebagai tantangan berkelahi bagi mereka. Jangan juga menyembunyikan makanan di dalam saku atau tas karena penciuman mereka tajam. Jika mereka tahu ada makanan, mereka bisa memaksa mengambilnya dan merobek tas atau baju yang anda pakai.

Sebagai tips tambahan, saat mengunjungi Monkey Forest Ubud, ikuti arahan pemandu kami agar barang bawaan Anda seperti kacamata atau topi tidak “dijambret” monyet. Pemandu kami tahu cara mengusir monyet dengan aman tanpa menyakiti hewan tersebut sehingga anda bisa berfoto dengan tenang dan nyaman.

Bali sangat terbuka bagi wisatawan dari mana saja, asalkan wisatawan juga membuka hati untuk menghormati tradisinya. Liburan yang berkesan adalah liburan yang aman, nyaman, dan saling menghargai antara tamu dan tuan rumah. Jangan sampai liburan anda rusak hanya karena kurang paham mengenai aturan-aturan dasar yang berlaku di masyarakat Bali.

Ingin Menjelajah Sisi Budaya Bali dengan Aman?

Jangan ambil risiko jalan sendiri dan melanggar aturan tanpa sadar yang bisa merugikan diri sendiri. Pemandu wisata (Guide) dan Supir kami adalah warga lokal Bali asli yang siap menemani Anda kemana saja. Mereka akan menjelaskan sejarah, mengingatkan aturan adat, dan memastikan Anda diterima dengan hangat oleh warga lokal.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

devil tears nusa lembongan bali

Devil Tears Nusa Lembongan Pantai yang Sangat Mengagumkan di Bali

8 December 2018 476x Blog

Banyak sekali orang-orang yang ingin menghabiskan waktu liburan di Bali. Karena pada dasarnya ada banyak sekali tempat wisata yang sangat mengagumkan di pulau ini. Salah satu tempat wisata yang mengumpan adalah Devil Tears Nusa Lembongan yang memiliki pesona luar biasa. Di tempat ini terdapat pantai yang memiliki tebing-tebing begitu curam. Hal inilah yang m... selengkapnya

7 Tempat Dinner Romantis di Jimbaran Bali Seafood dan Sunset Terbaik

9 February 2026 22x Blog

Sailor Dinner Cruise by Phinisi Cruise – Kalau anda sedang membicarakan tentang makan malam romantis di Bali, nama daerah Jimbaran pasti selalu muncul di urutan paling atas. Tempat ini memang sangat terkenal karena pantainya yang bagus dan banyak sekali restoran seafood yang menyediakan ikan segar. Ditambah lagi, pemandangan matahari terbenam atau suns... selengkapnya

Nusa Penida Barat vs Timur, Mana yang Harus Dikunjungi dalam 1 Hari? 

24 January 2026 91x Blog

Wisata Lempuyang Tirta Gangga – Liburan ke Bali memang belum lengkap rasanya kalau tidak menyeberang ke Nusa Penida. Pulau ini sangat terkenal sekali dengan tebing-tebing dramatis dan laut biru kristal yang sering Anda lihat di feed Instagram orang-orang. Namun, ada satu masalah klasik bagi wisatawan yang hanya punya waktu 1 hari atau One Day Trip... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.